Beberapa minggu lalu, kami sempat menuliskan artikel tentang
DreadOut
yang tengah berjuang untuk menembus Steam lewat Steam Greenlight. Nah, dalam kesempatan kali ini, kami mewawancarai Rachmad Imron, salah satu punggawa dari Digital Happiness yang juga merupakan Game Producer dari
DreadOut
. Dalam wawancara kali ini, Mas Imron bercerita banyak tentang proyek
DreadOut
, bagaimana ketatnya menembus persaingan dalam Steam Greenlight, hingga proyek mereka selanjutnya yang diberi kode DreadEye. Simak hasil wawancaranya berikut ini!
Duniaku (D): Bisa diceritakan, bagaimana sih latar belakang pembentukan Digital Happiness sendiri?
Rachmad Imron (I):
Jurig Escape
DreadOut
D: Tentang DreadOut-nya sendiri, apa memang terinspirasi dari Fatal Frame mengingat gameplay-nya yang hampir mirip?
I:
Fatal Frame
Fatal Frame
Fatal Frame
DreadOut
Dark Souls
Demon Souls
Castlevania
Clock Tower
Silent Hill
Siren
Haunting Ground
D: Tahapan apa saja ya yang dilalui DreadOut dalam Steam Greenlight sebelum nanti game-nya bisa dirilis di Steam?
I:
- Harus masuk Top 100 (untuk dilihat oleh valve)
- Top 50
- Top 20 (disini pasti digreenlit namun entah pada batch keberapa)
- Greenlit, Valve akan kontak developer untuk membicarakan NDA, pricing dan release schedule dari developer (tidak ada ikatan dari Valve)
- Masuk store deh :)
D: Sekarang DreadOut sendiri sudah sampai di tahap yang mana?
I:
DreadOut
D: Oh iya, untuk menentukan Top 100, Top 50 dan seterusnya itu apakah murni dari voting terbanyak?
I:
D: Selain DreadOut, apakah ada game lain yang tengah dikembangkan, atau yang menurut rencana akan dikembangkan?
I:
DreadOut
DreadEye
D: Terima Kasih untuk waktunya. Sukses selalu untuk DreadOut dan Digital Happiness!
I:
