[read_more id="88778"]Far Cry Primal dikembangkan oleh tim inti Ubisoft, Ubisoft Montreal, dengan bantuan Ubisoft Toronto, Kiev, dan Shanghai. Judul Far Cry Primal sendiri juga mengindikasikan ini bukan kelanjutan dari seri utama, semacam spin-off, namun lebih besar dibandingkan Far Cry Blood Dragon. Di sini kalian mengendalikan seorang hunter bernama Takkar, yang motivasinya sederhana, selamat di tengah dunia dimana manusia menjadi mangsa! Unsur survival di sini termasuk untuk mencari makan, membuat senjata, hingga bertarung dengan binatang buas seperti kucing purba sabretooth. Melihat dari trailer awalnya, sepertinya kalian bakal banyak melemparkan tombak ke arah mammoth. Ya, tipikal senjata api seperti pistol dan senapan yang biasa digunakan dalam Far Cry sebelumnya dihapus di sini. Akses hanya senjata melee seperti tombak, tongkat, kapak, dan senjata jarak dekat seperti busur dan anak panah.![]()
"Jaman Batu merupakan setting yang sempurna untuk sebuah game Far Cry," ujar creative director Jean-Christophe Guyot menyinggung setting baru Far Cry ini.
Takkar sendiri merupakan satu-satunya manusia yang selamat selama perburuan, dan ketika kelompoknya diserang tiba-tiba oleh sabretooth. Sepanjang permainan dia mengumpulkan tulang dari binatang yang berhasil dikalahkan, dan mengumpulkan material (batu dan kayu) di sekitar lingkungan. Aktivitas terebut bukan hanya penting membantunya untuk bisa selamat melawan predator (baik itu musuh binatang dan juga manusia), namun aktivitas pengumpulan material tersebut juga penting dalam menjaga keselamatan sukunya. Takkar bertugas menjaga keluarganya tersebut dengan baik serta memastikan mereka terus berkembang.[read_more id="200872"]Seperti Far Cry yang kalian kenal sebelumnya, Far Cry Primal mengambil setting di dunia Jaman Batu open world yang masif. Karena settingnya yang jauh dari peradaban modern, maka perjalanan Takkar membawanya ke banyak lansekap lingkungan yang berbeda dibandingkan Far Cry yang pernah kalian mainkan. Mulai rawa-rawa hingga hutan cedar redwood, dan ketika malam tiba di Oros, Takkar yang juga perlu belajar membuat api, bakal sangat bergantung pada sumber cahaya saat malam tiba tersebut. Api bakal membantunya selama proses membuat senjata, perlindungan saat malam tiba, hingga opsi strategi selama dia menyerang binatang buas, atau, menyerang kelompok suku lainnya.Sumber
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Bosan dengan Jaman Modern, Far Cry Primal Bawa Kalian Kembali ke Jaman Batu

Editorial Team
EditorDoni
Related Article
Review Project Motor Racing: Punya Potensi Tapi Masih Harus Dipoles09 Dec 2025, 15:24 WIB
Resep Bubur Sapi Kacang Merah untuk MPASI, Kaya Zat Besi02 Dec 2025, 13:56 WIB
SUSAH! Tapi Kok Nagih? Review Sekiro: Shadows Die Twice!20 Nov 2025, 14:45 WIB
Review Shadow Labyrinth: Pac-Man Metroidvania dengan Jiwa Gelap 19 Nov 2025, 14:34 WIB
Gini Lho Cara Gampang Mendapatkan Diamonds Mobile Legends Secara Cuma-Cuma!18 Sep 2025, 13:57 WIB
Artikel 216 Sep 2025, 13:32 WIB
Meizu04 Sep 2025, 09:24 WIB
artikel OnePlus04 Sep 2025, 09:21 WIB
Artikel scenario 4 create 31 Aug 2025, 00:00 WIB
artikel scenario 6 edit non scheduled21 Aug 2025, 09:51 WIB
Artikel test baca juga 20 Mar 2025, 17:34 WIB
Review Need for Speed Heat: Seharusnya Diberi Nama Underground 3!24 Jul 2024, 17:10 WIB
Review The Outer Worlds: Penerus Sejati Fallout New Vegas!24 Jul 2024, 16:09 WIB
Review GRID: Balapan, Balapan, Balapan!24 Jul 2024, 16:05 WIB
Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!24 Jul 2024, 12:05 WIB
Review Catherine: Full Body - Catherine Hadir di PS4!24 Jul 2024, 09:02 WIB
Artikel umum status draft19 Feb 2024, 07:00 WIB
Ini Dia Daftar Pemenang Indonesia Gaming Award 2019 di EXGCon! 30 Oct 2023, 17:00 WIB
GGWP Sutomo Juarai COD Mobile Major Series di EXGCon 2019!30 Oct 2023, 17:00 WIB