
Awal tahun 2013 lalu, Grasshopper Manufacture diakuisisi oleh GungHo Online Entertainment, dan proyek game pertama mereka masih di bawah arahan nahkoda pria nomer satu di Grasshopper, Gouchi Suda adalah Let It Die. Yup, dari judulnya sudah jelas terbaca jika ini sebuah game action yang lagi-lagi penuh adegan kekerasan (sangat keras, dan masuk kategori game dewasa!). Menariknya, Let It Die bakal dirilis gratisan (ada ama GungHo di sana, wajar lah jika mereka menerapkan in-app purchase)! Let It Die - Teaser Trailer | PS4 Sebelum game ini dirilis, berikut beberapa hal yang akan membuat Let It Die ini pantas disebut game dewasa yang sangat tidak layak dimainkan anak-anak. LET IT DIE - E32016 Gameplay Trailer
Karena kalian bisa tahu karakter mena yang sudah berhasil membunuh karakter kalian, maka, kalian bisa saja mencarinya dengan tujuan merampas kembali barang milik kalian yang direbut sebelumnya. Memang balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah, namun sepertinya game ini dengan gamblang menunjukkan, kalian bisa melakukan kebrutalan yang sama para karakter lawan.
[read_more id="247732"]Dia selalu ada di dekat karakter, menyoraki, dan memberi komentar jika kalian berhasil membunuh musuh dengan sangat brutal. Ya, kalian melakukan pembunuhan sadis, dia justru memberi semangat! Bukan contoh yang baik, bukan!?Tak kalah aneh, karakter ini bernama Kiwako Seto. Pegawai baru di satu-satunya perusahaan asuransi yang masih selamat di tengah dunia yang kiamat. Jika biasanya nama perusahaan asuransi selalu terdengar baik, lain dengan yang satu ini. Asuransinya bernama, Direct Hell! Jangan salah, polisnya di sini laku keras, mengingat ada banyak orang yang dibutakan dengan ambisi mendapatkan harta, masuk ke Menara Barbs, dan mereka mati konyol!Bedanya dengan asuransi yang kita kenal di dunia nyata, produk Direct Hell ini sepertinya lebih menarik, karena, mampu membangkitkan mereka yang sudah mati di tengah Menara Barbs! Yup, dengan jenis produk asuransi yang tepat, bahkan kalian bisa "mencurangi kematian!" Lagi-lagi, pemahaman mencurangi kematian ini sepertinya terlalu dalam untuk membuat game ini dimainkan oleh para bocah.The Jackals menjadi kelompot terakhir yang sudah dikonfirmasikan eksis di Menara. Mereka ini menjadi pihak ketiga yang terlibat di tengah persaingan menggapai puncak, karena The Jackals bertugas membersihkan menara dari sisa-sisa karakter yang telah tewas ketika ingin menuju puncak... Ya, selain musuh karakter yang dikendalikan pemain lain, mereka ini yang harus kalian hadapi ketika ingin mencuri perlengkapan pemain lain yang tewas.Bukan sembarangan, kelompok "pemulung" The Jackals ini diambil dari mantan kriminal kelas berat, atau pembunuh bayaran berkemampuan tinggi oleh Yotsuyama Group yang misterius. Mereka juga dilengkapi dengan persenjataan yang jauh lebib baik dibandingkan yang kalian temukan di menara. Lebih baik segera menjauh saja jika ketemu mereka, ya!Let It Die ini awalnya dikenalkan sebagai Lily Bergamo, yang plot awalnya terfokus pada protagonis wanita bernama Tae Ioroi, dengan setting tahun 2043, dan atmosfer lokasi yang memadukan budaya Jepang dan Barat. Pengembangnya menyebut Let It Die sebagai game aksi ekstrem yang dimainkan secara gratis, dan juga butuh online, dengan karakter ciptaan kalian di sini bakal perlahan mengumpulkan experience selama permainan, dan hal itu membuat data pemain yang terus diperbarui makin cepat.Selain game konsolnya untuk PS4, juga disediakan aplikasi / game khusus untuk smartphone. Sehingga kalian bisa memainkan game ini kapan saja dimana saja, melalui smartphone. Bahkan developer menginginkan Let It Die lebih bergantung pada smartphone untuk memainkannya.
