Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

4 Pelajaran Mahal yang Bisa Dipetik dari Acara IeSF eSport World Championship 2016 Jakarta!

4 Pelajaran Mahal yang Bisa Dipetik dari Acara IeSF eSport World Championship 2016 Jakarta!
Share Article

IeSF world championship 2016

facebook fanpage IeSPA

Salah satunya karena mempertandingkan atlet

eSport

dari berbagai negara, juga karena menjadi tuan rumah kompetisi eSport bergengsi ini yang tentu amat membanggakan. Namun sayangnya di balik semua kemegahan juga kebanggaan acara tersebut, ada banyak pelajaran mahal yang harus dipelajari oleh para pihak panitia. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya!

  1. Perlu Publikasi Besar Untuk Acara yang Besar

    iesf-wc-jelek-01

    facebook fanpage IeSPA

    Meski acara ini terhitung besar dan bergengsi, namun sayangnya acara ini terhitung memiliki publikasi yang cukup minim. Memang beberapa media ternama sempat membahas kehadiran kompetisi ini, seperti

    Antara News

    juga

    Metro TV News

    , namun entah kenapa gaungnya seperti masih kurang terasa bagi khalayak eSport lokal.

    Terlebih meski kompetisi ini seharusnya dapat dikatakan sebagai kompetisi yang bergengsi, namun tak ada liputan dari media

    eSport

    internasional kenamaan, Gosugamers. Namun setidaknya masih ada sedikit liputan dari media

    eSport

    internasional lain, yaitu

    eSports Inquirer

    .

  2. Pentingnya Pemilihan Venue yang Baik

    iesf-wc-jelek-02

    Bertajuk

    “eSport World Championship”

    beberapa dari kamu mungkin akan membayangkan

    venue

    minimal setara

    Point Blank National Competition

    2016

     

    yang digelar pada September kemarin atau mungkin

    Dota 2 The International.

    Sayangnya kamu harus bersiap kecewa jika kamu punya bayangan seperti itu. Meski tak bisa dikatakan jelek, namun lokasi acara

    IeSF eSport World Championship 2016

    Jakarta ini memang terhitung tidak terlihat bergensi.

    Alhasil pemilihan

    venue

    tersebut jadi mengundang komentar pedas dari para netizen. Ada yang berkomentar 

    venue

    IeSF eSport World Championship

    2016 layaknya kandang sapi, ada juga yang bernada sarkas dengan mengatakan

    venue

    menggunakan kertas dinding bergaya semen dan dekorasi ala gudang.

    iesfwc-jelek-komentar-03

    iesfwc-jelek-komentar-01

    iesfwc-jelek-komentar-02

    Facebook Fanpage IeSPA

    Hal ini tentunya jadi pukulan keras yang harus dijadikan pelajaran bagi pihak penyelenggara, juga IeSPA.

  3. Live Stream Lewat Media Internet Adalah Suatu Kewajiban Bagi Acara Kompetisi eSport

    iesf-wc-jelek-03

    pandasecurity.com

    Selain pertandingan langsung di lokasi acara, kehadiran tayangan langsung yang disajikan lewat media internet bisa dibilang jadi urat nadi dari pertandingan

    eSport

    .

    Namun entah mengapa sejak hari pertama pertandingan ini digelar, tak ada satu pun kanal media internet menayangkan pertandingan ini secara langsung; baik itu Twitch.tv atau pun kanal Youtube partner resmi

    Livestream

    lokal IeSF World Championship 2016 Jakarta, Liga Game eSport.

    Tanpa kehadiran

    livestream

    kompetisi yang seharusnya bergengsi dan dapat banyak sorotan, seolah malah jadi seperti turnamen game antar kelurahan yang tak bergengsi dan ditonton oleh segelintir orang. Juga hal ini tentu akan jadi mengecewakan bagi warga negara asing yang ingin menonton kontingen negaranya bertanding dalam pertandingan ini.

  4. Infrastruktur Internet Indonesia Masih Belum Siap Untuk Kompetisi eSport Skala Besar?

    iesf-wc-jelek-04

    Pada hari pertama digelarnya IeSF World Championship 2016 Jakarta, terjadi satu kesalahan yang amat fatal bagi kompetisi ini. Setelah beberapa saat pertandingan sudah dilaksanakan, jaringan internet yang jadi kebutuhan utama untuk kompetisi ini malah

    mati secara mendadak

    . Alhasil keadaan tersebut jadi semakin menunda jadwal pertandingan

    IeSF WC

    2016 dan membuat beberapa kontingen jadi merasa kesal dengan keadaan tersebut.

    Dilansir dari

    laman resmi IeSF

    , ternyata matinya jaringan internet tak hanya terjadi di

    venue

    acara saja, namun juga terjadi di daerah Ancol dan sekitarnya. Lewat kejadian ini kita jadi bertanya sembari mengevaluasi diri untuk acara eSport skala besar lainnya di Indonesia, apakah infrastruktur internet di Indonesia benar belum siap untuk acara kompetisi eSport skala internasional?

    Terlebih setelah jaringan internet berhasil menyala kembali, masih saja tetap terjadi beberapa kali kasus 

    disconnect

    ketika pertandingan tim League of Legends Indonesia (Zero to Hero) melawan Malaysyia (Orange eSport).

    Empat hal kekurangan IeSF World Championship Jakarta 2016 ini tentu jadi pelajaran yang amat mahal bagi komunitas eSport di Indonesia. Namun kita sebagai pengamat dunia persilatan eSport tentu berharap ke depannya Indonesia akan semakin baik lagi ketika harus menyelenggarakan acara kompetisi eSport. Terlebih apabila kompetisi tersebut bergengsi tinggi dan berskala internasional.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More