Profil Tim Kanaya Gaming
Coach : Brian “Banana”
Top : Ruben “rubeN” SutantoJungle : Tobias “Oceans11” Randy VariantoMid : Kevin “Pokka” Tirtomuljono SudargoADC : Keny “The Chupper” MarcelinoSupport : Andre “Andre” Culham
Babat Habis Revival Konoha 3-0, Kanaya Gaming Kembali Juarai LGS Summer 2016.

Kanaya Gaming kembali menjuarai League of Legends Garuda Series" width="800" height="448"/>
Selesai sudah rangkaian kompetisi League of Legends Garuda Series Summer 2016. Kompetisi League of Legends terbesar se-Indonesia ini diakhiri dengan gelaran The Finals, yang diadakan di Balai Sarbini pada 30 Mei 2016 kemarin. Gelaran The Finals LGS Summer 2016 ini mempertemukan dua tim dedengkot LoL Indonesia, Kanaya Gaming dan Revival Konoha.
Pertandingan berlangsung cukup sengit, meski Revival Konoha akhirnya kalah telak di hadapan Kanaya Gaming pada Grand Finals dengan kemenangan Kanaya Gaming
3:0
pada seri pertandingan
best of
5
. Kanaya Gaming membawa pulang hadiah utama sebesar
Rp100 Juta
, biaya operasional sebesar
Rp7 Juta
,
dan kehormatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang
Garena Premiere League Summer 2016
di
Vietnam
Kemenangan Kanaya Gaming bisa dibilang dapat diprediksi. Sebab pada sesi penyisihan grup pun, Kanaya sudah cukup menguasai permainan. Hanya tim Fortius Gaming saja yang berhasil menekan Kanaya pada sesi penyisihan tersebut. Pada pertandingan Grand Final pun, Kanaya Gaming bahkan langsung tampil “galak” sejak
game pertama
.
Game 1 - Kombinasi Indah Curtain Call dan Cannon Barrage

Kanaya gaming memulai permainan dengan aggresif, kombinasi champion
Jhin
dari
TheChupper
dan
Gankplank
dari
rubeN
berhasil membuat Revival Konoha kelabakan. Ultimate dari kedua hero tersebutlah yang jadi kombinasi mematikan. Meski
Revival Konoha
sudah sebisanya menekan
Kanaya Gaming
dengan
Azir
dari
Faded,
namun
Curtain Call
dan
Cannon Barrage
pun membuat pertahanan Revival Konoha tak mampu lagi membendung serangan Kanaya Gaming
Game 2 - Usaha Keras Dari Revival Luffy

Memasuki
game 2
, Kanaya Gaming mencoba mengatur tempo permainan. Sementara dari
Revival
mencoba melawan
Kanaya Gaming lebih keras. Revival pun mencoba
pick
Jhin
untuk
ADC Revival,
superNayr
. Sayang
superNayr
cenderung tak efektif menekan Kanaya Gaming, disebabkan beberapa ultimate
Curtain Call
. Perlawanan Revival juga sudah cukup kuat melalui
Rumble
dari Revival
Luffy
, sayangnya terjadi beberapa
miss
dari
Revival
. Alhasil satu-dua kesalahan terjadi dan berakhir pada kemenangan Kanaya Gaming pada
game 2.
Game 3 - Oceans11 dan Hecarim

Masuk ke
game penentuan Kanaya Gaming seakan ingin memastikan kemenangan. Mereka langsung saja melakukan
pick
Oceans11
Hecarim
untuk mengisi posisi
jungler
. Alhasil
Oceans11
pun bersinar pada game ketiga ini. Banyak pergerakan berani dari
yang langsung menusuk jantung pertahanan Revival dan menganggu
positioning
champion
. Beberapa ultimate
Hecarim
,
Onslaught of Shadows
berhasil didaratkan dengan baik oleh
Oceans11
akhirnya Kanaya Gaming pun berhasil memastikan kemenangan, 3-0.

Kemenangan ini jadi kemenangan League of Legends Garuda Series yang keempat bagi Kanaya Gaming. Ketika diwawancara,
rubeN
bercerita bahwa performa luar biasa yang diberikan oleh Kanaya Gaming adalah berkat latihan yang dilakukannya. “Untuk persiapan LGS kami latihan 12 jam setiap harinya, sehari bisa main 8 sampai 10 game main berlima supaya kompak dan mempertajam strategi” tegas para atlet eSport Kanaya Gaming.
League of Legends Garuda Series merupakan rangkaian kompetisi League of Legends yang diselenggarakan oleh Garena Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kompetisi tersebut bisa kamu dapatkan melalaui fanpage
,
, dan
laman web League of legends indonesia
.
Ketinggalan menonton pertandingan LGS Summer 2016 kemarin? Tak usah khawatir, kamu bisa menyaksikan siaran ulangnya melalui video di bawah ini. Garena Indonesia juga sudah menyiapkan
video on demand
yang bisa kamu tonton di kanal youtube
Garena League of Legends Indonesia
.
[youtube_embed id="dNFKkxtGq84"]

















