Resmi! Tanggal Rilis Final Fantasy XV Baru Dipastikan Tahun 2016 Nanti!

Berbeda dibandingkan Eidolon, atau monster summon dalam game Final Fantasy sebelumnya, Eidolon dalam Final Fantasy XV ini digambarkan memiliki kepribadiannya sendiri. Mereka smart, dan berperan penting juga di tengah cerita. Seperti Leviathan yang digambarkan di atas, dia menjadi perwujudan wanita yang berhubungan erat dengan Altissia, kota yang juga identik dengan air, habitat asli monster legendaris ini.Artwork lainnya yang muncul selama presentasi ATR menyinggung mengenai mitos, bagaimana dunia Final Fantasy XV terbentuk. Figur tua berjenggot putih di sisi kanan gambar di atas tidak lain adalah salah satu Eidolon, Ramuh. Dia dan Eidolon lainnya dalam gambar di atas, terlibat dalam penciptaan dunia dalam game.Tabata juga kembali memperlihatkan artwork Lunafreya Nox Fleuret. Disebutkan artwork di atas mengambil latar setelah kota diserang, dan Luna berusaha kabur. Square Enix bakal mengungkapkan lebih banyak mengenai wanita yang ditampilkan memiliki kepribadian kuat ini selama TGS 2015 nanti, dan Duniaku berada di sana untuk meliput.Dan di atas diperlihatkan Caim Outpost, yang dihiasi lautan di belakangnya. Selama perjalanan Noctis dan teman-temannya, mereka tiba di sana, dan menggunakan perahu untuk menyeberangi lautan ke sebuah kota bernama Alcordo. Transportasi perahu tersebut sama seperti dengan mobil, dirender secara real-time, dan kalian bebas menjelajahi lautan.[read_more id="205362"]Square Enix sepertinya sangat berhati-hati dalam mengembangkan Final Fantasy XV ini untuk PlayStation 4 dan Xbox One. Bisa jadi, karena game ini menjadi Final Fantasy pertama yang menggunakan setting open-world serta gameplay yang bernuansa Action RPG, dan dan juga menjadi Final Fantasy pertama yang merupakan saksi suksesi kepemimpinan dari Tetsuya Nomura dan Hajime Tabata. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana perasaan Nomura atas diambil-alihnya game impiannya ini, namun sepertinya ada drama yang cukup dalam, sampai Nomura ngambek, dan bisa kalian simak dalam Karena konsepnya yang berbeda dibandingkan Final Fantasy sebelumnya, lebih modern, karakter yang lebih pas disebut boyband bertualang (untungnya ada Cidney sebagai pemanis selama demo), serta gameplay-nya yang terasa banget kesan action-nya, Square Enix pun memutuskan memberikan demo, yang tidak hanya sekali saja, sampai dua kali, dan terakhir terjadi melalui Final Fantasy XV: Episode Duscae 2.0, yang berperan menjadi layaknya early access, dimana feedback gamer selama memainkan demo Episode Duscae bakal menjadi penentu tim untuk memperbaiki game ini sampai masa akhir pengembangannya.

















