Menggali Masa Lalu Kurir Terhebat Dunia Dalam Mirror’s Edge Catalyst

open-world
press conference
Dalam prekuelnya Faith memang bisa menggunakan pistol. Namun senjata tersebut justru merusak filosofi utama game ini, yang memungkinkannya untuk terus bergerak. Sekali ingin menembak, Faith harus berhenti. Karena itulah dalam Catalyst, segalanya dalam pertarungannya adalah mengenai gerakan yang terus mengalir. Faith bakal terus berlari, tanpa harus menekan tombol. Jika kalian sanggup terus bergerak, memantulkan tubuh setelah berpijak pada dinding, dan menggunakan momentum tersebut untuk melancarkan serangkaian pukulan ke musuh, Faith sebenarnya seakan menjadi kebal dari peluru. Faith memang bertarung, menggunakan sistem pertarungan yang lebih difokuskan pada pertarungan melee, namun dia tidak akan membunuh musuh di sini. Membayangkan Digital Illusions CE yang sebelumnya dikenal melalui franchise shooter Battlefield, membuang opsi untuk menembak di sini sepertinya bakal membuat mereka tertekan juga ya. Namun sepertinya Mirror's Edge Catalyst memang terlihat lebih baik tanpa senjata, karena memang fokus utamanya adalah bagaimana kurir kalian ini menjelajahi puncak kota dengan terus bergerak.
Official Mirror’s Edge Catalyst Announcement Trailer | E3 2015
Sumber: [outbound_link text="Official Website" link="http://www.mirrorsedge.com/news/fluidity-of-movement-and-combat-in-first-person-gameplay"]

















