Review Samsung Gear S3 Frontier: Jam Pintar Multifungsi untuk Sehari-hari

samsung-gear-s3_cr.jpg" alt="Samsung Gear S3 Frontier FI" width="800" height="450"/>
Dengan harganya yang lumayan menguras kantong, bagaimana sih fungsionalitas Samsung Gear S3 Frontier? Simak ulasan dari Duniaku.net berikut!
Beberapa tahun belakangan, kehadiran gawai pintar semakin marak di pasaran. Gawai-gawai pintar ini memiliki kemampuan yang semakin memudahkan kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari
smart-charger, smart-lamp,
dan tak lupa juga
. Bicara soal
smartwatch
, beberapa orang mungkin masih bertanya-tanya tentang seberapa besar nilai guna dari benda ini atau seberapa penting untuk membeli sebuah smartwatch.
Tentu masalah nilai guna
smartwatch
juga mengingat harga benda ini yang tak bisa dibilang murah. Pada kesempatan kali ini, tim Duniaku.net mendapat kesempatan mencicipi
smartwatch
Samsung Gear S3, penasaran bagaimana
smartwatch
ini dapat membantu keseharian kita? Yuk, simak review Samsung Gear S3 Frontier berikut ini:
Spesifikasi
Sebelum melaju ke review Samsung Gear S3 Frontier, ada baiknya kita mengintip jeroan jam tangan pintar milik samsung ini. Berikut spesifikasi dari Samsung Galaxy Gear S3:
| Spesifikasi Samsung Gear S3 frontier | |
| Jaringan | No cellular connectivity |
| Kartu SIM | No |
| Build | Stainless Steel 316L |
| Layar | Tipe Super AMOLED capacitive touchscreen 16 juta warna, ukuran 1,3″, Resolusi 360 x 360 pixels, Multitouch |
| Proteksi | Corning Gorilla Glass SR+ |
| Fitur tambahan | – Samsung Pay– IP68 certified – dust/water proof over 1.5 meter and 30 minutes– Compatible with standard 22mm straps |
| Sistem Operasi | Tizen-based wearable platform 2.3.2 |
| Chipset | Exynos 7270 |
| Prosesor | Dual-core 1.0 GHz |
| GPU | – |
| Internal | 4 GB, 768 MB RAM |
| Memori eksternal | – |
| Kamera | – |
| Konektifitas | Wi-Fi 802.11 b/g/nBluetooth v4.2NFCGPSUSB No |
| Sensor | Accelerometer, gyro, heart rate, barometer, WPC wireless charging, S-Voice natural language commands and dictation |
| Baterai | Non-removable Li-Ion 380 mAh battery |
| Warna | Silver |
Hardware

Untuk memulai review Samsung Gear S3 Frontier ini, mari kita simak perangkat kerasnya terlebih dahulu. Secara tampak luar, jam tangan Samsung Gear S3 Frontier ini terlihat sangat elegan, sporty, dan maskulin. Sayang bentuk jam tangan ini terlalu maskulin sehingga membuat jam ini mungkin tak akan cocok jika dijadikan bagian dari
fashion item
pelengkap penampilan bagi para kaum hawa. Selain itu tali jam bawaan yang hanya berbahan karet saja, mungkin bisa membuat kamu yang membeli jam tangan ini merasa cukup sebal mengingat harga jam tangan ini yang lumayan.
Meski sekilas terlihat seperti jam pada umumnya, namun ada beberapa hal yang membedakan Samsung Gear S3 dengan jam tangan pada umumnya. Jam tangan memiliki
body
yang cukup tebal, tepatnya 1.29 cm, bobotnya juga lumayan berat dibanding jam tangan umumnya, yaitu 69 gram. Dengan bobot dan dimensi tersebut, saya yang bertangan kecil merasakan jam tangan ini cukup mengganjal ketika awal-awal digunakan. Butuh penyesuaian beberapa waktu, sampai akhirnya terasa nyaman menggunakan jam tangan ini.
Untuk bernavigasi, jam tangan ini menyediakan dua tombol dan satu
dial
yang ada pada bagian muka jam tangan. Satu tombol
back
, satu tombol
home
untuk kembali ke
watchface
, dan dial untuk bernavigasi naik-turun, atau kiri-kanan. Selain itu, tentunya
smartwatch
ini menggunakan sistem
touchscreen
jika kamu tak mau bernavigasi menggunakan tombol fisik yang ada di jam.


Samsung Gear S3 Frontier menggunakan layar Super AMOLED sebesar 1.3 Inch berbentuk bulat. Bentuk layar yang bulat, membuat jam tangan ini amat nyaman untuk melihat
watchface
. Meski begitu, layar yang bulat ternyata juga masih terasa nyaman untuk melihat konten lain yang ada di jam seperti notifikasi, konten
news
, atau ramalan cuaca.
Smartwatch
besutan samsung dilengkapi dengan mic juga speaker. Setelah saya sedikit mencobanya, ternyata mic dan speaker tersebut bisa dibilang berfungsi dengan baik untuk keseharian. Jika sedang malas mengambil
smartphone
kamu yang tersimpan, kamu dapat menjawab telepon dari
smartwatch
dan langsung saja berbicara kepada jam kamu. Walau hal tersebut mungkin membuat kamu terlihat seperti sedang menerima panggilan dari markas Power Rangers, tapi ide menambahkan mic dan speaker ke dalam smartwatch sepertinya bukan ide yang terlalu buruk.
Software

Review Samsung Gear S3 Frontier berlanjut ke sisi perangkat lunak. Jam tangan pintar ini menggunakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Samsung sendiri yang bernama Tizen OS. Penggunaan sistem operasi Tizen ini bisa jadi nilai tambah di satu sisi, namun juga jadi kekurangan di sisi lain. Mungkin nilai tambah dari penggunaan OS Tizen ini adalah Gear S3 jadi tak perlu takut tak kebagian
update
, karena sistem operasinya dikembangkan oleh Samsung sendiri.
Sayang penggunaan Tizen membuat
smartwatch
ini jadi minim aplikasi pendukung. Salah satu contohnya adalah aplikasi peta online yang aplikasi pendukung untuk Gear S3 tak dapat kami temukan di dalamnya. Sekalipun ada, aplikasi tersebut adalah buatan pihak ketiga yang kualitas aplikasinya terbilang meragukan.
Meski begitu, secara umum penggunaan sistem operasi Tizen pada Gear S3 tak terlalu banyak memberi masalah kompatibilitas ketika dipasangkan dengan
smartphone
. Saya sendiri menggunakan
smartphone
Xiaomi Redmi Note 3 dan semua fungsi-fungsi tambahan ketika dipasangkan dengan
smartphone
berjalan dengan baik.


Watchface
yang bisa dibilang jadi salah satu nilai jual dari
smartwatch
, juga amat mudah untuk dimodifikasi pada Gear S3 ini. Ada beragam
watchface
yang dapat kamu unduh lewat aplikasi
Samsung Gear
pada
smartphone
. Sayangnya tak semua
watchface
atau juga aplikasi dijajakan secara gratis dalam
Samsung Gear
. Beberapa aplikasi harus dibeli dengan harga di kisaran Rp 10.000 - Rp 30.000.
Aplikasi Samsung Gear yang menjadi tulang punggung integrasi
smartwatch-smartphone
, menurut saya pun masih punya banyak kekurangan. Beberapa di antaranya yang saya rasakan sendiri adalah: aplikasi yang kurang responsif terutama ketika memasang aplikasi ke dalam
smartwatch
dan
minimnya informasi ketika aplikasi berhasil terpasang setelah kita
install
suatu aplikasi lewat Samsung Gear.
Penasaran bagaimana pengalaman penggunaan kami selama mencicipi jam tangan ini? Yuk, simak Review Samsung Gear S3 Frontier di halaman berikutnya!
Performa dan Pengalaman Penggunaan

Pengalaman penggunaan Samsung Gear S3 Frontier ini terbilang nyaman dari segi performa
hardware
dan
software
. Secara
software
jam tangan ini berjalan dengan sangat mulus, tak ada
lag
grafis tertentu , hanya ada sedikit bug yang muncul secara acak, tetapi tidak dalam intensitas yang sering. Secara
hardware
menurut kami satu hal yang dimenangkan Samsung lewat
gear S3 Frontier
ini adalah, berbagai sensor yang bekerja dengan sangat baik.
Salah satu fitur terbaiknya menurut kami adalah jam yang akan menyala secara otomatis ketika kamu menghadapkan jam ke wajah kamu. Selama saya menggunakannya, Gear S3 tak pernah gagal menyala ketika saya menghadapkan jam ke arah wajah. Ingin kembali mematikannya? Cukup turunkan kembali tangan, atau tutup area muka jam tangan, dan layar jam pun akan kembali mati.
Selain itu kerja dari berbagai sensor yang ada dikombinasikan dengan aplikasi Samsung Health, berhasil membuat jam ini menjadi asisten kesehatan pribadi bagi penggunanya. Dengan Samsung Health,
smartwatch
ini dapat mendeteksi sudah berapa langkah anda berjalan, detak jantung anda, kalori yang terbakar, dan sudah seberapa jauh anda naik tangga. Bahkan,
smartwatch
ini juga memberi peringatan apabila kamu diam terlalu lama dan mengajak penggunanya untuk melakukan peregangan sementara.

Dari sisi baterai, menurut saya ketahanan baterai Samsung Gear S3 terbilang luar biasa, dengan catatan tanpa menyalakan fitur AMOLED
always on
pada pengaturan di jam tangan. Menggunakan pengaturan bawaan, jam tangan ini mampu bertahan sampai dengan 2 hari! Setelah 2 hari pun masih ada sisa 38% baterai pada jam tangan. Saya pun akhirnya memutuskan untuk isi ulang baterai jam, karena khawatir nantinya akan merusak baterai jika memaksa menggunakan sampai baterai habis.
Ketika fitur
always on
dinyalakan, ketahanan baterai Samsung Gear S3 Frontier langsung berkurang drastis, membuat
smartwatch
ini jadi terasa seperti
smartphone
. Kami mencoba menyalakan fitur
always on
sejak pagi hari ketika baterai jam tangan masih terisi penuh. Menjelang siang hari, baterai
smartwatch
pun sudah tersisa 50% dari kapasitas saja. Malam menjelang, baterai Gear S3 Frontier jadi tinggal tersisa 20% saja, sehingga saya terpaksa segera isi ulang jam tangan baterai ini.

Beralih ke sisi nilai guna, menurut saya sendiri jam tangan pintar ini masih minim sekali nilai guna. Saya merasa fungsi Gear S3 hanya sebatas memindahkan pemberitahuan dari
smartphone
ke
smartwatch
. Memang kita dapat membalas langsung lewat
smartwatch
, namun kami menghadapi beberapa kendala, contohnya seperti sulit mengetik di layar
smartwatch
yang kecil. Kalaupun menggunakan fitur
voice-input
, Gear S3 tak dapat mendeteksi bahasa Indonesia untuk membalas pesan lewat
smartwatch
.
Meski ada Samsung Health yang membantu memantau kesehatan kita sehari-hari, tapi menurut saya sendiri selain hal tersebut tak ada lagi nilai tambah lain selain sebagai asisten kesehatan. Fitur menarik yang dibayangkan dari sebuah
smartwatch
mungkin seperti memesan taksi online lewat jam, atau bernavigasi menggunakan peta yang ditampilkan
smartwatch
absen pada gear S3 Frontier. Hal tersebut kembali lagi ke penggunaan Tizen sebagai sistem operasi Gear S3 Frontier yang membuat
smartwatch
ini jadi minim aplikasi.
Kesimpulan

smartwatch
price to performance
smartwatch,
smartphone
Kelebihan
Build quality
feel
Kekurangan
Strap
voice-input
Diedit oleh Snow















